PENGENNYA SEPERTI INI SIH...
Shinta W. Dhanuwardoyo, CEO dari BuBu Internet, perusahaan yang telah beberapa kali menganugerahkan BuBu Awards, mengungkapkan petunjuk tentang situs yang bagus.
1. Apa Tujuan Dibuatnya Situs Ini?
Ada beberapa tujuan dibuatnya situs web, antara lain untuk hiburan, penyedia informasi, penyedia jasa atau menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru. "Perlu dilihat, apakah desain dan implementasinya bisa mendukung tujuan pembuatan situs tersebut," kata Shinta.
2. Pahami Pemirsa Anda
Dalam membuat situs web, menurut Shinta, pengguna situs harus diidentifikasi dengan jelas karakteristiknya kebutuhannya hingga komputer yang mereka gunakan untuk mengakses situs tersebut.
Secara umum kebanyakan pengguna menggunakan bandwidth yang rendah, mesin-mesin yang relatif tua dan layar monitor berukuran kecil.
3. Branding
"Ketahui kekuatan brand yang anda miliki, maksimalkan kekuatan tersebut melalui desain yang efektif," kata Shinta. Dijelaskannya bahwa situs yang baik mendukung citra yang telah dimiliki suatu bisnis, bukannya melemahkan citra tersebut.
4. Kemudahan Navigasi
"Jangan sampai pengunjung situs anda kebingungan mau memulai dari mana," kata Shinta. Menurutnya navigasi yang kompleks memiliki keterbatasan dan membuat sulit untuk diuji saat pengembangannya.
5. Tampilan dan Antarmuka yang Ramah
Usahakan agar pengunjung selalu balik lagi ke situs yang telah dikembangkan. Menurut Shinta ada beberapa cara yang bisa dilakukan, memperbanyak isi, sering melakukan pembaruan informasi dan tampilan serta menyediakan database informasi yang dibutuhkan pengguna.
6. Konten adalah Raja!
Hal yang paling penting dari situs web adalah isinya. Pada akhirnya pengguna akan mengunjungi suatu situs berdasarkan konten yang ditawarkan situs tersebut.
7. Perawatan
Ini satu hal yang menurut Shinta seringkali malas dilakukan oleh pembuat situs web. Menurutnya, "semua yang membuat situs harus ingat bahwa dunia pasti akan berubah, web pasti akan berubah dan suatu hari situs anda harus berubah juga!"
Sebagai penutup Shinta mengatakan, "kami tidak anti penggunaan grafik dan kreativitas, penggunaan elemen grafik secara pintar akan meningkatkan daya tarik. Penggunaan elemen grafik itu seperti memakai kosmetik, anda harus tahu kapan berhenti menambahkannya," ujar Shinta.